Powered By Blogger

Jumat, 28 Agustus 2009

Lagi, FIS Sabet Mawapres 2009

Mawapres tahun 2009 (4/5) lagi-lagi berada dalam gemggaman FIS (Fakultas Ilmu Sosial) selama tiga kali berturut-turut. Pada tahun 2007 dan 2008 Mawapres dimenangkan oleh Helmi angkatan 2004 yang berasal dari Jurusan Pendidikan Geografi (S-1). Tahun ini, Mawapres dimenangkan oleh Ahmad Fawait angkatan 2006 yang juga berasal dari Jurusan Pendidikan Geografi (S-1).


Dari berbagai kriteria penilaian yang diajukan, rata-rata hanya berselisih sedikit saja dengan rival Fawait. Itu artinya kemampuan mayoritas peserta yang mengikuti seleksi Mawapres hampir sama, hanya saja baik Helmi maupun Fawait sama-sama diunggulkan dalam hal karya-karya tulis yang pernah diikuti yang sangat variatif. Karya-karya tersebut ada yang dalam bentuk tim maupun perseorangan, misalnya karya terbaik yang membawanya sampai ke tingkat nasional dengan judul “Pelaksanaan Recovery Hutan Mangrove Sebagai Upaya Penanggulangan Bencana Banjir Pasang di Kawasan Pesisir”.

Mengenai persiapan jika ia lolos seleksi masuk ke Pimnas mengatasnamakan Unesa, Fawait menuturkan bahwa sebenarnya tidk ada persiapan khusus, tetapi memang lebih diorientasikan pada pelatihan dan penguasaan bahasa Inggris karena nantinya presentasinya semua dilakukan dalam bahasa Inggris. Tentunya, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mempunyai andil cukup besar pula dalam terpilihnya Fawait sebagai Mawapres 2009. Peran tersebut dapat terlihat dari seringnya dilakukan pelatihan PKM di tingkat Fakultas. Ia sampai sekarang adalah salah satu mahasiswa yang aktif berpartisipasi di dalamnya. Tidak hanya itu, ia juga aktif mengikuti organisasi-organisasi baik yang bersifat intra kampus maupun ekstra (Ormawa). Hal ini sekaligus menjadi poin plus yang menjadi bagian penilaian dalam seleksi Mawapres selain kemampuan berbahasa asing (Inggris), prestasi akademik, serta piagam dan sertifikat yang diperoleh.

“Melalui, pelatihan PKM seperti ini diharapkan akan tercipta lebih banyak Helmi atau Fawait yang baru untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan predikat FIS sebagai Mawapres. Perbedaan pelatihan PKM tahun ini adalah para peserta dari delegasi masing-masing jurusan atau prodi yang diunjuk tidak diperkenankan mengambil sertifikat sebelum membuat karya tulis sabagai produk diadakannya pelatihan PKM,” papar PD III FIS I Made Arsana, M. Pd.

Wahyu Nurul Hidayati