Powered By Blogger

Jumat, 28 Agustus 2009

Pusat Kebudayaan Perancis Hadirkan Accrocrap di Sawunggaling


Pusat Kebudayaan Prancis atau Center Culturel et de Cooperation Linguistique (CCCL) Surabaya merupakan salah satu dari 430 lembaga Prancis (Institut Prancis, Pusat Kebudayaan Prancis dan Alliances Françaises). Lembaga ini merupakan kepanjangan tangan dari Kedutaan-kedutaan Besar Prancis yang tersebar di lebih dari 150 negara. Dinamika dan luasnya jaringan ini menjadikan lembaga-lembaga kebudayaan Prancis yang ada di dunia sebagai jembatan perantara yang menghubungkan budaya di dunia dimana kerja sama merupakan sebuah kunci utama.

Dalam rangka Festival Musim Semi Prancis 2009 yang kini tengah diperingati di negara yang terkenal dengan menara Eifelnya ini, CCCL mengadakan sebuah pertunjukan tari Prancis yang ditampilkan oleh Accrorap, kelompok hip-hop yang sedang naik daun di Prancis. Peringatan festival ini tidak hanya diadakan di Indonesia tetapi juga di negara Asia lain seperti di Vietnam, Hongkong, Filipina, dan Thailand. Di Indonesia sendiri peringatan festival ini diadakan pada (31/5) di Gedung Sawunggaling Unesa Surabaya. Sehari sebelum tampil, kelompok tari yang pernah meraih penghargaan "Prix Mimos" dalam fesitval tari 2008 itu memberikan pelatihan tentang gerakan dasar tarian hip hop kepada puluhan mahasiswa Seni Tari Unesa dan beberapa anggota grup tari dari Surabaya dan Malang di salah satu ruang CCCL Surabaya.

Ada sebuah kisah menarik di balik tarian Prancis yang di koreograferi oleh Kader Attou (juga sebagai penari). Tarian yang bertema keinginan atau impian masa kanak-kanak itu teridiri dari fragmen-fragmen tentang kisah masa kecil yang saling berhubungan. Ada sebuah harapan dalam tari itu membawa orang yang menontonnya akan lebih terinspirasi untuk menghargai atau menganggap penting harapan di masa kanak-kanak itu. Semoga harapan itu tetap ada pada diri orang yang telah dewasa dan orang yang bersangkutan dapat mewujudkan impian masa kecilnya itu.

Menurut Pramenda Krishna A, salah satu panitia pagelaran tari Prancis malam itu, ini adalah kali kedua CCCL bekerja sama dengan Unesa menampilkan tari Prancis di sana. Sebelumnya CCCL juga pernah mengadakan pertunjukan tari tahun 2004 dengan kelompok tari yang sama. Gedung Sawunggaling Unesa merupakan gedung yang sangat representatif untuk menampilkan seni, ini adalah sebuah alasan yang membuat panitia memilih gedung kebanggan warga Unesa ini.

Dengan pagelaran tari Prancis ini, diharapkan dapat menjalin persahabatan yang erat antara masyarakat Indonesia dan Prancis. Selain itu kesenian ini juga sebagai ajang untuk saling menularkan wawasan antardua negara yang berbeda. Beragam misi (bahasa, budaya, ilmiah, universitas dan audiovisual) yang diemban jaringan ini memberi citra kehidupan Prancis masa kini di luar negeri, semuanya dilakukan dengan dialog dengan negara-negara di mana lembaga kebudayaan Prancis berada, di mana kerjasama tetap menjadi kunci utama.

Alfanita Zuraida